Kepada semua mahasiswa......... PASBAR... tak terkecuali...
Utamanya yang telah tergabung dalam GEMA PASBAR agar segera bersiap-siap untuk pelaksanaan kegiatan PENDAKI (bukan mendaki gunung...) yang insya Allah akan di adakan di SMUN I KINALI. acara ini sudah di setujui oleh pihak sekolah dan pihak Pemda Pasbar. Kegiatan akan diadakan mulai tgl 8 September 2006 (Pembukaan)hingga tanggal 10 September 2006. Perkiraan peserta sekitar 200 orang (semuanya kelas I).
Alhamdulillah, kegiatan kita disambut baik oleh sekolah dan Pemda. Mudah-mudahan kita nantinya bisa memberikan ilmu dan bisa berbagi dengan para siswa disana. Moga Pendidikan anak nagari juga semakin bagus dengan adanya perhatian dari kita semua sebagai kakak mereka yang telah mengecap pendidikan di Perguruan Tinggi.
by Sekretaris Umum Gema Pasbar.
29 August 2006
20 August 2006
Ada apa tanggal 9 - 10 September 2006 ?
Nah, pertanyaan pada judul itu mengawali postingan kali ini.
Sesuai dengan kesepakatan rapat departemen P3 (Pengembangan Potensi Pelajar) GEMA PASBAR beberapa bulan yang lalu, maka disepakati bahwa akan diadakan sebuah pelatihan kepemimpinan bagi Siswa Pasaman Barat. Acara ini direncanakan bertempat di SMUN I Pasaman Baru. Dalam Rencana awal, acara ini diadakan pada tanggal 26,27,28 Agustus 2006. Namun karena adanya berbagai macam kendala, terutama dana yang tentu saja sangat berpengaruh besar dalam pelaksanaan acara ini nantinya.
Untuk mengatasi masalah ini beberapa personil Gema diutus ke Kampung (Simp. Empat) untuk mencoba meminta bantuan kepada Pemerintah setempat. Jika Permohonan dana ini bisa terealisasikan oleh Pemda, maka kemungkinan besar acara akan terlaksana dengan baik. Jika tidak, dengan kondisi yang dihadapi sekarang, maka Personil Gema sedapat mungkin akan mengusahakan kelangsungan acara ini walaupun dangan minimnya fasilitas dan dana yang ada. Tidak tertutup kemungkinan juga personil Gema harus merogoh kocek untuk pelaksanaannya nanti. Minimal untuk ongkos ke Simpang Empat :).
Acara Pelatihan ini dinamakan dengan PENDAKI.
Sesuai dengan kesepakatan rapat departemen P3 (Pengembangan Potensi Pelajar) GEMA PASBAR beberapa bulan yang lalu, maka disepakati bahwa akan diadakan sebuah pelatihan kepemimpinan bagi Siswa Pasaman Barat. Acara ini direncanakan bertempat di SMUN I Pasaman Baru. Dalam Rencana awal, acara ini diadakan pada tanggal 26,27,28 Agustus 2006. Namun karena adanya berbagai macam kendala, terutama dana yang tentu saja sangat berpengaruh besar dalam pelaksanaan acara ini nantinya.
Untuk mengatasi masalah ini beberapa personil Gema diutus ke Kampung (Simp. Empat) untuk mencoba meminta bantuan kepada Pemerintah setempat. Jika Permohonan dana ini bisa terealisasikan oleh Pemda, maka kemungkinan besar acara akan terlaksana dengan baik. Jika tidak, dengan kondisi yang dihadapi sekarang, maka Personil Gema sedapat mungkin akan mengusahakan kelangsungan acara ini walaupun dangan minimnya fasilitas dan dana yang ada. Tidak tertutup kemungkinan juga personil Gema harus merogoh kocek untuk pelaksanaannya nanti. Minimal untuk ongkos ke Simpang Empat :).
Acara Pelatihan ini dinamakan dengan PENDAKI.
30 July 2006
Gema Pasbar Bakal ada gawean baru nih......
Dalam rangka menyambut mahasiswa baru tahun ajaran 2006/2007, maka gema pasbar mulai menyiapkan diri untuk penyambutan mahasiswa yang berasal dari pasbar. Rencananya dimasing-masing PT bakal ada penanggung jawab. Rekan-rekan yang diberi amanah tersebut nantinya akan menyiapkan bentuk penyambutan. kemungkinan besar akan dimulai dengan bantuan bagi maba (mahasiswa baru) dalam proses registrasi ulang. Seperti yang kita kethui rata-rata maba datang ke padang hanya dibantu oleh teman or ortu saja. Dan yang membantu tsb belum tentu tahu seluk beluk PT yang akan dimasuki.
Nah..... bagi rekan-rekan yang mo menawarkan diri menjadi sukarelawan Gema Pasbar pas daftar ulang nanti yuk, siap-siap.....
Untuk CP ke :
Unand >> Syariful 081374457361, Hermansyah 085263276476,
------------Deflaizar 085263250730 Nursaimah 085263573770
IAIN >> Marhamah 085263508080
UNP >> Agus 085263312864, Nova 081363139597
Ok, bagi adik-adik yang mo daftar nanti silakan kontak nomor tersebut. Insya Allah dibantu deh....
Nah..... bagi rekan-rekan yang mo menawarkan diri menjadi sukarelawan Gema Pasbar pas daftar ulang nanti yuk, siap-siap.....
Untuk CP ke :
Unand >> Syariful 081374457361, Hermansyah 085263276476,
------------Deflaizar 085263250730 Nursaimah 085263573770
IAIN >> Marhamah 085263508080
UNP >> Agus 085263312864, Nova 081363139597
Ok, bagi adik-adik yang mo daftar nanti silakan kontak nomor tersebut. Insya Allah dibantu deh....
Keberhasilan dalam UN Tantangan Berat bagi Pasbar
Pasaman Barat, METRO - Keberhasilan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) meraih predikat II se Sumbar dalam Ujian Nasional (UN) setingkat SLTA, di satu sisi di luar dugaan namun juga merupakan tantangan berat bagi daerah ini ke depan. Karena tahun sebelumnya predikat yang bisa digapai hanya peringkat delapan. Untuk itu, diharapkan kepada seluruh jajaran Dinas Pendidikan setempat bisa selalu menafsirkan seluruh kebijakan bupati.
Prestasi setingkat pendidikan SLTA itu, juga hendaknya bisa meluas pada pendidikan setingkat SLTP dan SD sederajat pada setiap sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan di Pasbar. Bila prestasi tinggi sudah terbiasa diraih mulai dari usia dini, SLTP maka akan menyeluruh motivasi peningkatan kualitas pendidikan di daerah setempat.
Sebagai daerah yang baru dimekarkan, masih banyak yang harus dipersiapkan dan dilakukan Pemkab, Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, Tenaga Pengajar, para murid, pihak komite dan masyarakat. Hal itu diakui Bupati Pasbar Drs H Syahiran MM kepada POSMETRO di Simpang Empat, kemarin.
Dikatakan, setelah beberapa kali bupati terjun ke lapangan melihat secara langsung situasi dan kondisi masing-masing sekolah di daerah setempat setingkat SLTA, SLTP maupun SD sederajat yang berada di berbagai lokasi di Pasbar, yang berada di daerah perkotaan maupun yang berada di daerah terisolir. Dapat dipastikan bahwa, konsep pemerataan dalam memberikan perhatian pada setiap sekolah sangat diperlukan.
Sehingga perkembangan pendidikan itu, tidak saja berada pada suatu tempat saja. Bahkan sangat diharapkan masing-masing sekolah di daerah baru itu punya keungggulan masing masing. Apakah nanti bidang Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Olah Raga maupun keunggulan lainnya. Bukan berarti mengabaikan mata pelajaran lain.
”Setelah masing-masing sekolah punya keunggulan masing-masing selanjutnya diaktifkan pula kompetensinya. Dengan demikian, masing-masing sekolah yang ada di Pasbar akan punya keunggulan masing-masing di tingkat Pasbar. Bahkan bisa dihandalkan di tingkat provinsi, tidak ada yang tidak bisa dilakukan bila semua unsur terkait satu pandangan untuk maju,” katanya.
Sekaitan dengan sekolah yang berada di daerah terisolir, lanjut Syahiran, sampai sekarang masih diakui bahwa kekurangan guru adalah salah satu masalahnya. Namun bagi yang lulus pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) beberapa bulan lalu, khusus untuk tenaga pengajar akan dilakukan penempatannya secara merata.
”Artinya kita menginginkan kekurangan guru di daerah terisolir itu, diisi dengan CPNSD yang lulus tahun lalu sehingga pengembangan pendidikan juga tercapai di daerah yang seperti itu,” ungkapnya.
Menurut Syahiran, tidak akan ada alasan menolak dari CPNSD. Kalaupun ditugaskan di daerah terisolir sebab pada saat pendaftaran juga telah berjanji. Akan bersedia ditempatkan dimana saja.”Mudah-mudahan semua yang ditugaskan di daerah terisolir itu, bersedia dengan penuh semangat yang ditopang dengan tasa pengabdian yang tinggi, demi Pasbar, demi bangsa dan negara,”tuturnya.
Bila setiap pengabddian para guru dilakukan dengan ikhlas yang dibarengi dengan penuh kerajinan. Ditambah lagi dukungan penuh dari berbagai jajaran terkait, walaupun sekolah tersebut berada di daerah terisolir. Prestasi yang membanggakan tersebut akan dapat digapai.
Sebagai Bupati Pasbar, Syahiran mengaku akan selalu memperhatikan dan menguak bagaimana jalannya pendidikan pada setiap jenjang sekolah di daerah setempat. Kalau ada sesuatu persoalan yang mencuat, tuturnya, sesegera mungkin akan dicarikan solusinya sesuai dengan kemampuan daerah dan kemampuan keseriusan seluruh jajaran terklait. Untuk itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat berperan aktif memantau jalannya pendidikan di Pasbar. (dar)
dikutip dari http://www.posmetropadang.com/Peristiwa/440.html
Prestasi setingkat pendidikan SLTA itu, juga hendaknya bisa meluas pada pendidikan setingkat SLTP dan SD sederajat pada setiap sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan di Pasbar. Bila prestasi tinggi sudah terbiasa diraih mulai dari usia dini, SLTP maka akan menyeluruh motivasi peningkatan kualitas pendidikan di daerah setempat.
Sebagai daerah yang baru dimekarkan, masih banyak yang harus dipersiapkan dan dilakukan Pemkab, Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, Tenaga Pengajar, para murid, pihak komite dan masyarakat. Hal itu diakui Bupati Pasbar Drs H Syahiran MM kepada POSMETRO di Simpang Empat, kemarin.
Dikatakan, setelah beberapa kali bupati terjun ke lapangan melihat secara langsung situasi dan kondisi masing-masing sekolah di daerah setempat setingkat SLTA, SLTP maupun SD sederajat yang berada di berbagai lokasi di Pasbar, yang berada di daerah perkotaan maupun yang berada di daerah terisolir. Dapat dipastikan bahwa, konsep pemerataan dalam memberikan perhatian pada setiap sekolah sangat diperlukan.
Sehingga perkembangan pendidikan itu, tidak saja berada pada suatu tempat saja. Bahkan sangat diharapkan masing-masing sekolah di daerah baru itu punya keungggulan masing masing. Apakah nanti bidang Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Olah Raga maupun keunggulan lainnya. Bukan berarti mengabaikan mata pelajaran lain.
”Setelah masing-masing sekolah punya keunggulan masing-masing selanjutnya diaktifkan pula kompetensinya. Dengan demikian, masing-masing sekolah yang ada di Pasbar akan punya keunggulan masing-masing di tingkat Pasbar. Bahkan bisa dihandalkan di tingkat provinsi, tidak ada yang tidak bisa dilakukan bila semua unsur terkait satu pandangan untuk maju,” katanya.
Sekaitan dengan sekolah yang berada di daerah terisolir, lanjut Syahiran, sampai sekarang masih diakui bahwa kekurangan guru adalah salah satu masalahnya. Namun bagi yang lulus pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) beberapa bulan lalu, khusus untuk tenaga pengajar akan dilakukan penempatannya secara merata.
”Artinya kita menginginkan kekurangan guru di daerah terisolir itu, diisi dengan CPNSD yang lulus tahun lalu sehingga pengembangan pendidikan juga tercapai di daerah yang seperti itu,” ungkapnya.
Menurut Syahiran, tidak akan ada alasan menolak dari CPNSD. Kalaupun ditugaskan di daerah terisolir sebab pada saat pendaftaran juga telah berjanji. Akan bersedia ditempatkan dimana saja.”Mudah-mudahan semua yang ditugaskan di daerah terisolir itu, bersedia dengan penuh semangat yang ditopang dengan tasa pengabdian yang tinggi, demi Pasbar, demi bangsa dan negara,”tuturnya.
Bila setiap pengabddian para guru dilakukan dengan ikhlas yang dibarengi dengan penuh kerajinan. Ditambah lagi dukungan penuh dari berbagai jajaran terkait, walaupun sekolah tersebut berada di daerah terisolir. Prestasi yang membanggakan tersebut akan dapat digapai.
Sebagai Bupati Pasbar, Syahiran mengaku akan selalu memperhatikan dan menguak bagaimana jalannya pendidikan pada setiap jenjang sekolah di daerah setempat. Kalau ada sesuatu persoalan yang mencuat, tuturnya, sesegera mungkin akan dicarikan solusinya sesuai dengan kemampuan daerah dan kemampuan keseriusan seluruh jajaran terklait. Untuk itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat berperan aktif memantau jalannya pendidikan di Pasbar. (dar)
dikutip dari http://www.posmetropadang.com/Peristiwa/440.html
Subscribe to:
Posts (Atom)