25 March 2020
Bedah Buku di Gema Fair 2020
Alhamdulillah
Telah usai pelaksanaan Gema Fair 2020 yang diadakan pada hari Minggu, 1 Maret 2020 di Gedung Pertemuan Daerah Pasaman Barat.
Bedah Buku yang merupakan salah satu agenda di Gema Fair20 telah meriah diangkatkan oleh Gema Pasbar. Foto Bersama, Kiri-Kanan
Haris: Ketum Asosiasi Pelajar Islam (Assalam) Pasbar
Elfizon Amir : Penulis buku "Meretas Jalan", Direktur RSI Padang
Denni Meilizon: Pembedah 1, Ketua Forum Pegiat Literasi Pasaman Barat
Abri Maijon: Pembedah 2, Pemenang Tulis Buku Antologi Hari Guru Nasional
Robi Maulidi: Ketua Gerakan intelektual Muda Pasaman barat
Terima Kasih kepada Pemateri yang telah menyempatkan waktunya hadir di agenda gema Fair, Peserta dari berbagai sekolah, perusahaan, lembaga, media cetak dan media online yang turut menyebarkan dan mengenalkan agenda kami. Semoga agenda ini tidak hanya sebagai agenda yang sebatas caremonial tapi dapat menjadi perpanjangan tangan untuk menemukan sumber daya manusia Pasaman Barat agar dapat ditingkatkan dan dikenalkan di Pasaman Barat
06 October 2019
TALKSHOW PENDIDIKAN PASAMAN BARAT
Talkshow Pendidikan Gerakan Intelektual Muda Pasaman Barat yang bertemakan "Membentuk Generasi Hebat, Membangun Pasaman Barat Madani", telah berhasil diangkatkan oleh GEMA PASBAR (Gerakan Intelektual Muda Pasaman Barat) pada hari Minggu, 29 September 2019, di Aula lantai 4 STKIP ADZKIA Padang. Agenda yang dipersiapkan oleh 20 orang panitia dengan persiapan lebih kurang selama 25 hari telah mampu menghadirkan pemateri yang luar biasa beserta peserta dengan jumlah 88 orang, peserta merupakan Mahasiswa Pasaman Barat yang berasal dari berbagai Kampus PTN/PTS se Kota, seperti Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, UIN Imam Bonjol, UPI "YPTK", Universitas Ekasakti, STKIP PGRI, beserta tuan rumah STKIP ADZKIA Padang beserta kampus ternama lainnya. Talkshow ini diisi oleh pemateri yang juga merupakan pejuang pendidikan di Pasaman Barat. Pemateri pertama dimulai oleh Ustadz Zulkarim,LC. MA selaku Wakil Rektor I STAI PIQ Sumatera Barat, yang mana beliau berasal dari Silaping, kecamatan Ranah Batahan. Lalu pemateri kedua ialah Bapak Mon Eferi,M.Si. Bapak yang sering disapa dengan Pak Mon merupakan seorang guru yang telah lama memperjuangkan puluhan tahun mendidik di Pasaman Barat, tepatnya di SMAN 1 Pasaman. Dan Pemateri ketiga ialah Bapak Epi Santoso,SP. beliau merupakan siswa dari Pak Mon di tahun 1998. Pak Epi yang berasal dari Kinali ini tengah menjabat sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang, dan juga Pemilik dari PT. Rindu Baitullah Tour Travel Umrah dan Haji, serta merupakan Pembina dari organisasi Gerakan Intelektual Muda Pasaman Barat. Talkshow yang berlangsung selama lebih kurang 4 jam ini dimoderatori oleh mantan Sekretaris Umum GEMA PASBAR seorang aktifis pegiat lingkungan sosial di Relawan Dompet Duafa Singgalang, yang bernama Khoirul Anami dari Air Bangis.
Dalam materi Talkshow ini, pemateri memaparkan peran mahasiswa yg tengah merantau. Mahasiswa tidak hanya bisa menimba ilmu di kampus, tetapi juga belajar sekaligus ikut berkontribusi untuk memajukan kampung halaman di Pasaman Barat melalui program-program kreatif dan inovatif.
Untuk itu pada kegiatan Talk Show yang berlangsung selama dua jam tersebut, pemateri menekankan perlunya kesadaran mahasiswa untuk memulai gerakan-gerakan kecil yang beriorentasi untuk kemajuan kampung Halaman. Yaitu dengan cara sederhana seperti, aktif menyampaikan ide kepada masyarakat, mengeksekusi ide itu jika mampu, berkolaborasi dengan sesama mahasiswa dan masyarakat, serta menyatukan tujuan bersama melalui sinergisitas. Idris Hamzah, selaku Ketua Pelaksana Talkshow, memaparkan bahwasannya agenda talkshow ataupun seminar perlu diadakan untuk meningkatkan kesadaran para mahasiswa untuk terus mengingat kampung halamannya dengan berkontribusi nyata melalui agenda-agenda organisasi daerah dari Pasaman Barat, terkhusus GEMA PASBAR. Ketua Umum GEMA PASBAR, Robi Maulidi juga mengajak seluruh masyarakat Pasaman Barat untuk lebih peka dalam memandang Pasaman Barat dari segala sisi, selain pendidikan, keagamaan dan sosial, yang mana hal tersebut sejalan dengan visi dan misi Gema Pasbar. Hafizh Irwansyah seorang mahasiswa Universitas Andalas dari Air Bangis, dan Nurhafifah Lubis dari STKIP ADZKIA mengucapkan terima kasih banyak atas kegiatan ini dan berharap menjadi manfaat bagi kita semua.
Semoga ini merupakan awal dari pergerakan pemuda Pasaman Barat dalam mewujudkan generasi hebat untuk membangun Pasaman Barat Madani
02 September 2019
Seputar GEMA PASBAR
Muhammad
Q Abdan Sholihan
Pada tahun 2004 silam, wilayah
barat kabupaten Pasaman memekarkan daerahnya menjadi Kabupaten Pasaman Barat.
Pasaman Barat memiliki wilayah seluas 3.864,02 km², dengan jumlah penduduk
365.129 jiwa dengan administrasi pemerintahan yang meliputi 11 (sebelas) kecamatan
(www.pasamanbaratkab.go.id).
Setelah 2 tahun Pasaman Barat berdiri, lahirlah organisasi pemuda yang
diinisasi oleh mahasiswa/i Pasaman Barat yang sedang meneruskan pendidikannya
di Kota Padang. Organisasi yang bernama Gerakan Intelektual Muda Pasaman Barat,
telah diresmikan oleh Bupati yang memimpin Pasaman Barat pada saat itu di tahun
2006, yaitu Bapak Syahiran. Organisasi yang disingkat GEMA PASBAR didirikan
untuk mensinergikan mahasiswa-mahasiswa Pasaman Barat untuk tetap ingat
terhadap perkembangan kampung halaman. Berawal dari diskusi mahasiswa Pasaman
Barat yang terdiri dari beberapa kampus, terbentuklah pengurus inti yang
menjadi pejuang berdirinya Gema Pasbar. Di awal perjuangan ini Gema Pasbar
diketuai oleh Deflaizar, seorang Mahasiswa Fakultas Perternakan Universitas
Andalas. Didampingi seketaris oleh Syariful Ikhwan, seorang Mahasiswa Fakultas
Teknik Universitas Andalas. Dan Bendahara oleh Shinta Iryani, seorang Mahasiswi
Universitas Negeri Padang. Setelah terbentuknya pengurus Gema Pasbar yang
berjumlah 31 Mahasiswa/i, pengurus mengadakan kegiatan perdana yang bernama GGS
(Gema Goes To School). Agenda GGS saat itu dibentuk dengan membentuk 2 tim yang
akan langsung terjun ke sekolah untuk melakukan penyuluhan seputar kampus. Tim A
di Simpang Empat, dan Tim B di Ujunggading.
Agenda GGS yang sampai
saat ini masih eksis, telah menjadi agenda rutin Gema Pasbar dan bahkan agenda
Akbar untuk mahasiswa Pasaman Barat yang sedang kuliah di Sumbar, Luar Sumbar
bahkan Luar Negeri. Di kepengurusan Gema Pasbar ke 5 dan ke 6, saya diamanahkan
untuk memimpin Gema Pasbar menuju Kontibusi Mambangkik Batang Tarandam. Saya merupakan
Mahasiswa Pasaman Barat di Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang dengan
jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Di kepengurusan saya, Gema Pasbar telah
mengembangkan sayap-sayap Gema Pasbar dengan sukses mengangkatkan agenda Gema
Pasbar Goes to School dengan sekolah yang dikunjungi sebanyak 33
SMA/MA/SMK/Ponpes se Pasaman Barat, 10 Kecamatan dari 11 Kecamatan, dengan
peserta lebih kurang 1.450 Siswa, lalu Volunteer yang terdaftar sebagai relawan
GGS sebanyak 67 Mahasiswa dari berbagai 27 kampus di Indonesia dan di luar
negeri. Agenda GGS ini dikonsepkan dengan 1. Mengetahui kondisi pemikiran siswa
Pasaman Barat melalui Questionnaire, 2. Motivasi kuliah, 3. Bedah Kampus dan
Jurusan, 4. Sosialisasi 47 Beasiswa di seluruh Perguruan Tinggi, dan 5. Kendala
menuju perkuliahan. Agenda GGS ini menjadi daya tarik atas kelolosan Gema
Pasbar pada kompetisi Putra Daerah Membangun(PDM) Academy 2. Gema
Pasbar berhasil menjadi salah satu dari 3 organisasi untuk perwakilan Sumatera
Barat pada PDM Academy 2. Selain Sijunjung Muda Berkarya dan Sokola Alam Harau,
Gema Pasbar menjadi satu-satunya organisasi daerah yang lolos untuk event besar
dari Pasaman Barat. PDM Academy 2 telah mengadakan pelatihan untuk
organisas/komunitas/yayasan putra daerah yang lolos dengan memberikan biaya
penuh/Fully Funded untuk transportasi
perjalanan dan konsumsi di lokasi, yaitu Hotel Santika, Depok, Jawa Barat.
Selain GGS, Gema Pasbar
juga mengangkatkan agenda edukasi lainnya seperti; Bedah Buku “Ya Allah,Aku
Cinta Ibu” ditulis oleh Mahasiswi Pasaman Barat yang kuliah di UNP, kak Fitri
Wijaya. Seminar Motivasi oleh Kak Afnesha Noveriana Chang penerima beasiswa LPDP S2 Leed (Inggris) yang
juga tinggal di Bancah Talang, Batang Lingkin, Kec. Pasaman, dan Kak Desti
Febria, penerima beasiswa LPDP S2 Australia,yang tinggal di Batang Toman, Kec.
Pasaman. Kemudian Seminar Motivasi oleh Mahasiswa S1 Al Azhar Mesir dan Try Out
SBMPTN kerja sama Bimbingan Belajar Nurul Fikri. Gema Pasbar juga mengangkatkan
Lomba Tulis Puisi Kemerdekaan RI 73 Tahun pada tahun 2018, dengan menghadiahkan
kepada para Juara berupa Buku yang telah ditulis oleh Penulis asal Pasaman
Barat, dr. Elfizon, Kak Fitri dan Kak Putri. Gema Pasbar yang mengkontribusikan
Pasaman Barat dengan agenda pendidikan, sosial dan keagamaan juga mengangkatkan
Bakti Sosial dan Buka Bersama Panti Asuhan Muhammadiah Talu dan Panti Asuhan
Anak Nagari Ujunggading yang telah 2 kali diangkat Gema Pasbar. Gema Pasbar
juga telah siap siaga untuk membantu musibah bencana yang terjadi di Pasaman
Barat, seperti Banjir di Ranah Batahan dan di Batang Saman.
Setelah 13 tahun Gema
Pasbar berdiri, Gema Pasbar hadir untuk menyambut seluruh mahasiswa/i Pasaman
Barat untuk tetap berkontribusi kepada kampung halaman dimana tempat kita dan
orang tua kita dilahirkan, tempat kita dan orang tua kita dibesarkan, dan
tempat kita akan kembali untuk menjadikan Pasaman Barat lebih menuju Nagari Madani.
Gema Pasbar yang bersekretariat di Bancah Talang, Batang Lingkin mengharapkan
mahasiswa Pasaman Barat dapat memiliki peran khusus untuk daerahnya, seperti
mendirikan rumah baca, pelatihan menulis, pelatihan kepemimpinan dan berbagai
hal lain. Sehingga ketika usai masa perkuliahan nanti, muncullah ide untuk
membangun nagari dengan kembali ke kampung halaman. Telah banyak lulusan yang
sukses di kampung orang tapi tak ingat dengan kampung sendiri, karena akan
banyak sekali yang harus dibangun, tak hanya bangunan tapi juga pemikiran, seperti
membangun pikirian masyarakat Minang dahulu Adat
Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Gema Pasbar akan membuka
peluang untuk mahasiswa Pasaman Barat dengan bergabung menjadi Volunteer dalam
agenda Gerakan Intelektual Muda Pasaman Barat yang akan datang.
01 November 2018
GEMA PASBAR GOES TO PDM DEPOK
Alhamdulillahi rabbil Alamin. Gema Pasbar (Gerakan Intelektual Muda Pasaman Barat) kini telah menjadi delegasi untuk program Putra Daerah Membangun. Dan GEMA PASBAR merupakan satu-satunya lembaga delegasi asal Pasaman Barat, dan salah satu dari 3 delegasi asal Sumatera Barat. Agenda ini dilaksanakan di Depok, Jawa Barat. Berlangsung pada tanggal 7,-9 November 2018. Dan untuk pertemuan ini memiliki beberapa agenda yang insya Allah akan di ikuti.
Semoga dengan terlibatnya GEMA PASBAR pada agenda ini, bisa menjadikan generasi PASBAR lebih Baik.
Dan kami mohon doa dan dukungannya dari warga Pasaman Barat, agar GEMA PASBAR bisa berkontribusi lebih dalam Pendidikan ataupun bidang lainnya...
Aamiin
#PutraDaerahMembangun
#MambangkikBatangTarandam
#GEMAPASBAR
Semoga dengan terlibatnya GEMA PASBAR pada agenda ini, bisa menjadikan generasi PASBAR lebih Baik.
Dan kami mohon doa dan dukungannya dari warga Pasaman Barat, agar GEMA PASBAR bisa berkontribusi lebih dalam Pendidikan ataupun bidang lainnya...
Aamiin
#PutraDaerahMembangun
#MambangkikBatangTarandam
#GEMAPASBAR
Subscribe to:
Posts (Atom)
















