Ayo gabung bersama

20 October 2007

Dua Korban Miras Terancam Buta

Dua Korban Miras Terancam Buta
Sabtu, 20-Oktober-2007, 09:46:02

Pasbar, Padek — Pasien akibat korban miras yang dirawat di RSUD Jambak dan Puskesmas Ujung Gading mulai membaik. Dari 9 orang yang dirawat di ruang bedah kini semuanya sudah pulang karena kondisinya sudah membaik. Sedangkan di ruang interna tinggal satu orang lagi Martaon yang mengaku sebagai penjual miras mematikan tersebut.
Pasien yang masuk ke RSUD Jambak dengan keluhan sakit akibat minuman pun sudah tidak ada. Namun dua pasien yang sudah pulang mengalami kondisi mata mendekati kebutaan di antaranya Iswandi (28) yang keluar dari RSUD sekitar pukul 15.00 Wib Jum’at (19/10) kemarin dan Azwan Kamis (18/10) lalu. Petugas medis setempat mengatakan keluarga Iswandi minta pulang untuk melakukan kontrol mata Iswandi ke Padang. Kemungkinan minuman tersebut telah menyerang dan merusak jaringan optik pasien.

Namun belum ada peryataan resmi dari pihak rumah sakit. Sementara itu di Puskesmas Ujung Gading paginya memang jumlah pasien yang datang memeriksakan diri cukup banyak, tapi tidak ada yang kritis. Pasien rawat inap pun tinggal 3 orang, kemarin ditargetkan semuanya dipulangkan karena kondisnya sudah membaik. ”Kendati demikian kita tetap meminta jika ada kejanggalan dirasakan pasien, segera hubungi puskesmas sehingga bisa segera diperiksa dan diberikan penanganan madis secukupnya,” beber Pimpinan Puskesmas Ujung Gading, Muhar Nasution.

Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini di majid-masjid pada saat khutbah Jum’at kemarin, umumnya mengangkat persoalan tersebut dan mengajak semua masyarakat Ujung Gading dan Pasbar menjauhi minuman keras karena jelas membahayakan dan merusak masa depan generasi muda. Ini tak lepas dari data yang ada menunjukkan korban didominasi umuar 20 hingga 30 tahun.
Sorotan terhadap kasus yang telah mencoreng nagari Ujung Gading terus berdatangan. Pimpinan Cabang (PC) Nahdatul Ulama Pasbar Jendri, SAg sangat menyayangkan kejadian ini. Apalagi banyak yang menimpa usia muda bahkan usia sekolah. Menurutnya gerakan secara kolektif antara ninik mamak, alim ulama, pemangku adat bersama aparat kepolisian menjadi kunci utama penuntasan persoalan ini.

Ia juga meminta Pol PP dan pihak kepolisian mengoptimalkan razia di tempat-tempat yang diduga menjadi pengedar miras tersebut. Sementara itu Ketua DPD PKS Pasbar Fajri Yustian juga menyayangkan peristiwa naas itu apalagi seiring dengan perayaan lebaran Idul Fitri. Parahnya lagi kejadian ini sudah sering terjadi dan terus terulang kendati tidak seganas sekarang bahkan kali ini melibatkan dua orang wanita. Hal ini sangat bertolak belakang dengan daerah dan masyarakat Ujung Gading yang terkenal taat dan religius. ”Menjadi sebuah pertanyaan besar bagi kita seakan-akan luput dari perhatian setelah menelan korban baru semua kita tersentak serta menjadi pembicaraan semua orang. Bukan tidak mungkin kejadian yang sama akan terjadi di daerah lain karena peredaran miras ini sudah sangat meresahkan. Buktinya selepas pesta pernikahan saja sering kita temukan botol bekas miras,” ujar Fajri.

Karenanya tambah Fajri sudah saatnya semua pihak bahu membahu untuk menyatakan perang terhadap barang haram ini. Bahkan kalau perlu hukum adat harus diterapkan. Sementara itu Bupati Pasaman Barat Syahiran mengatakan, pemberlakuan hukum adat yang lebih efektif mengatasi permasalahan ini kemudian hari. Karenanya ia menyambut baik rencana beberapa tokoh perantauan yang hendak mengumpulkan semua tokoh masyarakat untuk mencari solusi persoalan tersebut. Namun ia berharap jika peraturan tersebut dibuat semua pihak bisa konsekwen untuk mentaatinya. (geb)

sumber : padangekspres.co.id

No comments:

Followers